Janda Muda 20 Tahun Diperkosa Supir Angkot



Seorang janda muda, Fi (20) warga Dusun II Desa Tuntungan Kecamatan Pancurbatu, Minggu (30/1) dinihari melapor ke Mapolsek Pancurbatu. Katanya dia diperkosa seorang supir angkot, Adi, di belakang pondok lesehan di Desa Sembahe Baru.
Disebutkan korban pada penyidik, malam Minggu (29/1) sekira pukul 21.00 WIB, Adi mengajaknya jalan-jalan. Korban setuju, tapi harus ditemani kawan sekampung, Wa.
Karenanya ketiga insan itu menuju Desa Tanjung Anom. Di sana mereka sempat singgah menonton pertunjukan hiburan di lapangan bola kaki. Selesai tontonan, mereka menuju kawasan Desa Sembahe Baru lalu minum di salah satu pondok lesehan di sana.
Di lokasi tersebut, ketiganya ngobrol ngawur-ngidul. Tak lama berselang, Adi mengajak Fi ke belakang pondok lesehan. Trus, korban digombal dan ditidurkan. Lampu belakang pondok dipadamkan, Adi pun menggerayangi tubuh korban.
Semula, korban melawan mengatakan mereka tak layak melakukan hubungan suami istri, karena belum terikat tali pernikahan dan baru kenal tiga hari. Tapi Adi yang sudah sor kali, nggak bisa menahan nafsu. Dia memaksa korban hingga akhirnya nafsu setan tersalur satu kali.
Usai memperkosa korban, Adi layaknya habis makan nasi bungkus. Fi dan Wa ditinggalkan begitu saja. Sesaat kemudian, abang korban menghubungi, sebab kecarian hingga pukul 02.00 WIB adiknya itu belum juga pulang ke rumah.
Korban mengatakan kalau dia dan Wa berada di Sembahe Baru nggak tahu pulang mau naik apa? Saat itu juga korban dan Wa dijemput. Setiba di rumah, Fi diintrogasi keluarga hingga akhirnya mengakui kalau dia sudah dinodai seorang sopir angkot.
Keluarga yang mendengar pengakuan korban, memutuskan mendampingi korban melapor ke Polsek Pancur Batu.
Kapolsek Pancurbatu Kompol JK Tampubolon mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan.
"Saat ini kasus masih dalam penyidikan," kata Tampubolon, seraya mengungkapkan kalau korban telah divisum di Puskesmas Pancurbatu. [gomedan.com]

Artikel Terkait: