“Lumayan kalau dijual bisa untuk beli buku sekolah,” ujar Sulistyo, saat ditemui Tempo di pinggir Sungai Logawa.
Sulistyo sendiri tidak tahu apakah yang ia dapat dari menggali batu cadas di sungai itu benar emas atau bukan. Ia sendiri hanya ikut-ikutan warga desa lainnya yang menggali sungai itu untuk mendapatkan benda kuning berkilauan tersebut.
Sekilas, benda yang ditunjukan Sulistyo memang mirip emas. Warnanya kuning berkilau dan dipegang cukup keras. Dalam bungkus plastik, segenggam batu itu dibawa Sulistyo pulang. “Biar nanti ibu saya yang menjualnya,” katanya.
Saimah, 36 tahun, orang yang pertama kali menemukan benda itu mengatakan saat mencuci baju di sungai itu, ia melihat benda berkilauan. “Karena penasaran, saya dekati dan membawa benda itu pulang,” katanya.
Dari mulutnya, lantas menyebar kabar bahwa di sungai itu terdapat banyak emas. Bahkan, warga lainnya rela bermalam dan menggali sungai demi mendapatkan benda berkilauan itu. Beberapa warga bahkan mampu mendapatkan benda itu hingga satu kilogram.
Mereka sebenarnya setengah tak percaya kalau benda yang ditemukan tersebut emas atau bukan. “Kalau memang emas, tentu akan sangat membantu perekonomian keluarga yang rata-rata miskin. Tapi kalau bukan, ya tidak apa-apa,” katanya.
Slamet, 35 tahun, mengaku sudah mendengar kalau benda tersebut bukanlah emas. Hanya saja ia tak percaya dengan pengumuman pemerintah. “Justru karena dilarang pemerintah, jangan-jangan ini memang emas beneran. Pemerintah, kan, biasanya berbohong kalau memang ada tambang emas,” katanya.
Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kediri, Zaenal Abidin, mengatakan, benda yang ditemukan warga bukanlah emas. “Itu logam yang mengandung belerang,” katanya.
Ia sendiri sudah mengumumkan di masjid-masjid bahwa apa yang ditemukan warga bukanlah emas. Selain sia-sia, penggalian batu cadas sungai juga dikhawatirkan bisa merusak lingkungan.
Kepala Bidang Pertambangan pada Dinas Energi Sumber Daya Mineral Banyumas yang melihat lokasi sungai mengatakan, apa yang ditemukan warga bukanlah emas. “Ini benda yang bernama Pyrite atau FeS2,” katanya.
Ia menambahkan, saat digoreskan pada batu tidak berwarna emas, tapi hitam. Batuan tersebut, kata dia, merupakan sedimen yang mengandung belerang dan terkubur cukup lama. [source]
Artikel Terkait:
berita
- Foto Dan Video Panggung Konser Ambruk Dan Menewaskan 4 Penonton
- Botol Unik Yang Dapat Digunakan Mengirim SMS Dan Menelepon
- Surat Untuk Bunda Dari Bayi Yang di Aborsi
- 6 Kali Percobaan Pembunuhan Pada Soekarno
- Inilah Proyek Google Yang Gagal Total
- Tenyata Proklamasi Di Indonesia Ada 3
- Benarkah Indonesia Sudah Merdeka
- Karena Tak Tahan, Mertua Perkosa Menantu
- Video Mesum Di Balen, Bojonegoro Bikin Heboh
- Cewek Kelihatan CDnya Malah Ketawa - Ketawa
- Pose Panas Cewek Jaman Sekarang
- Film Kartun Porno
- Ngeri! Cucu Diperkosa Kakeknya Sampai Hamil
- Parah! Anak Mantu Disetubuhi Mertua Hingga 2 Kali
- Sebanyak 28 Pasangan Asusila Terjaring Razia
- Gadis Lulusan SMA Diperkosa Oleh Adik Pacar Sendiri
- Parah! Dukun Cabul Setubuhi Pasien Di Hotel
- PSK Praktek Di Sawah Setelah Lokalisasi Ditutup
- Pemeran Baru Tokoh Spiderman
- Cewek Putih, Cantik, Seksi, Hot Dan Bohay
- Tari Telanjang Di Depan Anak2, Ibu2 Dan Bapak2
- Merampok Toko Alat Bantu Masih Sempat Perkosa Boneka
- Keluar Air Susunya
- SMS Ucapan Selamat Berpuasa Ramadhan
- Mulan Jameela Kencing Di Mobil Gara - Gara Kebelet Banget