Hybrid Assisted Limb(HAL) robo-suit... membantu seorang lumpuh mendaki bukit...


Apakah anda pernah bermimpi menaklukkan puncak Everest??? Pada kenyataannya itu suatu hal yang mustahil bagi anda. Apalagi dengan kondisi fisik orang biasa yang bukan merupakan seorang pendaki. Namun pria ini pasti akan menginspirasi anda. Siapa bilang ada hal yang tidak mungkin dilakukan.
Seiji Uchida, merupakan ayah dua anak yang lumpuh akibat kecelakaan mobil yang dialaminya 28 tahun yang lalu. Namun dia tidak pernah berputus asa untuk mewujudkan mimpinya. Itulah mengapa dia memutuskan untuk mengunjungi Mount Saint-Michel, di pesisir perancis yang ekhirnya menjadi perjalanan yang tak terlupakan baginya.

Yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana bisa hal itu dilakukan oleh orang yang lumpuh???
Yup, ini berkat bantuan Hybrid Assisted Limb(HAL) robo-suit. Pakaian robot ini dapat menjadikan orang yang memakainya memiliki kekuatan 10 kali lipat. Dan dengan bantuan HAL inilah, Uchida akhirnya mampu mendaki Mount Saint-Michel. Alat ni merupakan sebuah ciptaandari seorang Yoshiyuki Sankai, seorang profesor di Tokyo. Teknologi ini terinspirasi dari cybernetics, yang memperoleh perhatian penting dari lembaga research and development di Jepang. Cyberdyne Corporation di Jepang telah mulai memberanikan diri untuk mensuplai HAL ini untuk membantu orang-orang yang memiliki keadaan serupa Uchida.
Cara kerja dari HAL yaitu dengan mendeteksi minute bio-electrical signals pada pads yang dipasang pada beberapa bagian di tubuh. Ketika sinyal tersebutmengirimkan pesan ke pads tersebut, HAL bergerak sesuai dengan perintah sinyal tersebut. Singkatnya HAL digerakkan dengan sinyal sejenis perintah otak.Jadi HAL akan mendapatkan sinyal perintah tersebut dari sensor yang terpasang pada penggunanya. Dan HAL ini aman digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. HAL juga terbuat dari bahan yang aman sehingga tidak akan menyakiti penggunanya. Demikian saya kutip dari DesignBuzz.com.
Baca Lebih Lanjut Kategori: ,


Cina Akan Produksi Robot Seks Massal


Cina Akan Produksi Robot Seks Massal. Robot yang kini dipajang di pameran Sex Culture Exhibition di Xi'an, Shaanxi buatan Love Sex Company akan mulai diproduksi secara massal. Robot yang diklaim bisa bercakap-cakap dengan pemiliknya itu bisa dipilih wajah dan figur robot sesuai selera dan memprogramnya untuk bisa senantiasa melakukan kontak mata dan berbincang-bincang.


Robot setinggi 5 kaki dan 1 inci ini memiliki kulit dan otot yang mirip dengan manusia. bahan dasar kulit terbuat dari gel silikon dan metal skeleton. Manager perusahaan, Li Jian menyatakan robot akan dijual seharga 3.000 pounsterling atau setara Rp 42 juta. Pemasarannya menyasar kaum eksekutif yang terlalu sibuk untuk bertemu wanita sebenarnya.

Penghuni bumi memang semakin aneh dengan hasil kreasinya, entah apa jadinya nanti dampak dari perilaku yang aneh itu, bisa-bisa nanti bisa ada pernikahan resmi antara manusia dengan robot.
Baca Lebih Lanjut Kategori: , ,


Jepang Membuat Ponsel Robot Pemindai Suara


Ada-ada saja memang aksi para ilmuwan dari Jepang ini. Dengan tujuan untuk membuat pengguna menjadi lebih dekat dengan lawan bicaranya, mereka menciptakan ponsel yang berbentuk manusia mini.

Ponsel berbentuk mirip bayi ini mampu ‘mengenali’ siapapun lewat suara. Produsen Elfoid berharap keberadaan manusia muncul dalam bentuk ponsel. Seperti apa?

Para pembuatnya berasal dari Universitas Osaka yang bekerja sama dengan pihak dari operator terbesar di Jepang, NTT DoCoMo.

Elfoid, ponsel kreasi terbaru Hiroshi Ishiguro, profesor di Osaka University diharapkan berfungsi lebih dari sekadar ponsel, berdasarkan keterangan IEEE Spectrum. Ide mereka adalah melakukan transmisi kehadiran manusia.

Ponsel 'manusia mini' ini dilengkapi dengan speaker di kepalanya dan dibenamkan LED di bagian dada. Jadi jika ponsel ini tengah digunakan maka dadanya akan berwarna biru, dan memancarkan warna merah jika dalam keadaan stand-by.

Ponsel Android antropomofik seperti janin ini menggunakan sistem pemindai gerakan untuk mengirimkan gerakan kepala atau muka Anda ke mesin penerima. Dalam bentuk seperti manusia, ponsel ini mengirimkan pesan kepada penerima dengan mentransfer suara ke dalam bentuk gambar.
Baca Lebih Lanjut Kategori: , ,


Inilah Robot Perang Buatan Indonesia yang Dikagumi Inggris


Seorang anak bangsa, Dr Subchan, kini menjadi pembicaran di Inggris. Peneliti di Cranfield University, Shrivenham Campus di Oxfordshire, Inggris, bersama timnya dinyatakan sebagai pemenang Minister οf Defense (MoD) Grand Challenge, Bahkan, Departemen Pertahanan Inggris berminat mengembangkan robot dan piranti ciptaan timnya.

MoD Grand Challenge adalah lomba bergengsi untuk mencari teknologi terapan di dunia militer yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Inggris.

Subchan, pria yang lahir dan besar di Jombang, Jawa Timur, itu bersama Team Stellar mengembangkan Saturn (Sensing аnԁ Autonomous Tactical Urban Reconnaissance Network).

Saturn adalah semacam robot yang berfungsi mendeteksi ancaman musuh. Bukan sembarang robot. Ini adalah robot terpadu yang memiliki tiga komponen, baik di darat maupun udara, yang bisa mengidentifikasi kekuatan dan posisi musuh di medan pertempuran.

”Robot ini bisa menggantikan manusia untuk mengintai kekuatan dan posisi musuh, tanpa berisiko terlihat atau diketahui lawan,” jelas Subchan yang lulusan Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) jurusan matematika 1994 itu. LM
Baca Lebih Lanjut Kategori: , , ,


HRP-4 RoboCop Hasil Kreasi Ilmuwan versi Jepang


Ilmuwan Jepang kembali menghadirkan sebuah robot prajurit. Robot bernama HRP-4 ini adalah robot humanoid versi terbaru di negari Sakura itu. HRP-4 dikembangkan oleh Kawada Industries dan National Institute of Advances Industrial Science & Technology (AIST). Robot tersebut bisa berdiri dengan satu kaki, melacak wajah maupun objek dan merespon perintah suara.

HRP-4 terlihat mirip dengan RoboCop tapi lebih langsing. Beratnya hanya 39 kg termasuk baterai yang berarti lebih ringan 4 kg dibanding robot pendahulunya, robot HRP-4C yang pernah menjadi model gaun pengantin di Osaka, Jepang.

Robot yang berukuran 150 cm ini mempunyai 34 sendi gerak dengan tujuh sendi di masing-masing lengan dan mempunyai jari yang mampu bergerak lebih tepat dibanding seri sebelumnya.

Robot yang berdaya 80 watt ini rupanya juga bisa berguna dalam membantu pekerjaan rumah seperti memegang peralatan listrik dan menuangkan minuman. Masing-masing lengannya mampu membawa beban sekitar 450 gram.

HRP-4 sendiri merupakan hasil dari penelitian oleh sektor publik dan swasta di Jepang selama lebih dari satu dekade dengan menggunakan teknologi yang pernah dikembangkan Honda.

Robot HRP-4 rencananya akan dijual mulai USD 300.000 namun belum termasuk software. Kawada dan AIST menargetkan pusat penelitian asing, domestik dan universitas sebagai pembeli potensial robot prajurit ini.
Baca Lebih Lanjut Kategori: , , ,