Gas 3 Kg Meledak, Nenek Nyaris Tewas


Sampai saat masih saja terjadi kecelakaan yang di karenakan gas elpiji meledak, kali ini tabung gas ukuran 3kg meledak di satu rumah yang terletak di Kampung Kebonpedes RT. 03 RW 04, Desa / Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (24/4). Akibat ledakan yang terjadi tersebut, sebuah rumah habis terbakar sedangkan pemiliknya bernama Ikah Masrikah, 60 nyaris meninggal.


Dari keterangan warga, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 4.30 WIB. Saat itu, mereka dikejutkan dengan suara ledakan yang cukup kuat. Saking penasaran, mereka langsung keluar mencari sumber ledakan. Ternyata, rumah Ikah hancur. Bagian gentingnya bertebaran dan dinding yang terbuat dari bilik bambu jebol.

“Saat itu sebagian warga sudah bangun, akan menunaikan Salat Subuh. Kami kaget dengan suara ledakan yang ternyata dari rumah Ma Ikah,” kata Junaedi, warga, kepada wartawan.

Pasca ledakan, warga langsung bergegas menyelamatkan korban Ikah. Saat itu, Ikah mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Tak berapa lama, korban langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi untuk menjalani perawatan medis.

“Kami jadi takut menggunakan gas. Selama ini kami hanya lihat dan mendengar dari berbagai media, tapi sekarang terjadi di kampung kami,” ujar warga lainnya.

Sementara itu, jajaran Kepolisian Sektor telah mengamankan tabung gas berukuran tiga kilogram. Dugaan sementara, ledakan tersebut dari pemantik gas tersebut.
Baca Lebih Lanjut Kategori:


Lawan Bakteri Super Dengan Madu


Penelitian terbaru menunjukkan, sejenis madu yang biasa digunakan untuk menyembuhkan luka ternyata berpotensi besar menjadi obat ampuh untuk mengatasi bakteri super yang resisten terhadap antibiotik.


Seperti dilansir Daily Mail, madu jenis manuka dilaporkan efektif membunuh tiga jenis bakteri yang biasa menginfeksi saat tubuh terluka, termasuk antara lain kuman super Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
Madu manuka adalah sejenis madu yang diproduksi lebah penghuni pohon manuka di Selandia Baru. Para ahli telah mengenal jenis madu ini sejak lama karena juga sering digunakan dalam produk-produk penyembuh luka modern. Masalahnya, rahasia dari kekuatan madu manuka dalam mengatasi luka masih menjadi misteri.
Tim yang dipimpin Profesor Rose Cooper dari University of Wales Institute Cardiff (UWIC), dalam risetnya, menemukan bahwa madu manuka ternyata mampu mencegah perkembangan bakteri dengan cara yang tidak biasa. Madu ini dapat menghalangi proses ikatan bakteri pada jaringan, tahap yang penting dalam proses infeksi.
“Mencegah ikatan juga dapat menghambat pembentukan biofilm, yang dapat melindungi bakteri dari antibiotik dan membiarkan mereka menimbulkan infeksi secara terus menerus,” ungkap Cooper.
Studi lainnya yang dilakukan Cooper menunjukkan, madu manuka membuat MRSA menjadi lebih sensitif terhadap antibiotik seperti oksasilin atau secara efektif membalikkan resistensi antibiotik.
“Ini mengindikasikan bahwa antibiotika saat ini mungkin akan lebih efektif mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri resisten jika dikombinasikan dengan madu manuka,” paparnya.
Menurut Prof Cooper, riset lanjutan bakal dilakukan dengan cara meningkatkan penggunaan madu secara klinis karena para dokter kini tengah dihadapkan pada masalah kian meningkatnya kasus resistensi obat.
“Kami perlu cara yang inovatif dan efektif dalam mengendalikan infeksi yang kemungkinannya takkan berkontribusi pada meningkatnya resistensi antibiotik,” ujar  Cooper, yang memublikasikan temuannya dalam konferensi “Society for General Microbiology” di distrik Harrogate, Yorkshire Utara, Inggris.
Baca Lebih Lanjut Kategori: